my mind my mouth
RSS
My fav face :)

My fav face :)

“Ya Allah beri aku calon suami yang baik, yang sholeh. Beri aku suami

yang dapat kujadikan imam dalam keluargaku.”

Doa yang kupanjatkan ketika selesai menikah:

“Ya Allah beri aku anak yang sholeh dan sholehah, agar mereka dapat

mendoakanku ketika nanti aku mati dan menjadi salah satu amalanku

yang tidak pernah putus.

Doa yang kupanjatkan ketika anak-anakku lahir:

“Ya Allah beri aku kesempatan menyekolahkan mereka di sekolah Islami

yang baik meskipun mahal, beri aku rizki untuk itu ya Allah….”

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah mulai sekolah:

“Ya Allah….. jadikan dia murid yang baik sehingga dia dapat bermoral

Islami, agar dia bisa khatam Al Quran pada usia muda..”

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku sudah beranjak remaja:

“Ya Allah jadikan anakku bukan pengikut arus modernisasi yg

mengkhawatirkanku.

Ya Allah aku tidak ingin ia mengumbar auratnya, karena dia ibarat buah

yang sedang ranum.”

Doa yang kupanjatkan ketika anak2ku menjadi dewasa:

“Ya Allah entengkan jodohnya, berilah jodoh yang sholeh pada mereka,

yang bibit, bebet, bobotnya baik dan sesuai setara dengan keluarga kami.”

Doa yang kupanjatkan ketika anakku menikah:

“Ya Allah jangan kau putuskan tali ibu & anak ini, aku takut kehilangan

perhatiannya dan takut kehilangan dia karena dia akan ikut suaminya.”

Doa yang kupanjatkan ketika anakku akan melahirkan:

“Ya Allah mudah-mudahan cucuku lahir dengan selamat. Aku inginkan nama

pemberianku pada cucuku, karena aku ingin memanjangkan teritoria

wibawaku sebagai ibu dari ibunya cucuku.”

Ketika kupanjatkan doa-doa itu, aku membayangkan Allah tersenyum

dan berkata….. .

“Engkau ingin suami yang baik dan sholeh sudahkah engkau sendiri baik

dan sholehah?

Engkau ingin suamimu jadi imam, akankah engkau jadi makmum yang baik?”

“Engkau ingin anak yang sholehah, sudahkah itu ada padamu dan pada

suamimu. Jangan egois begitu…… .. masak engkau ingin anak yang

sholehah hanya karena engkau ingin mereka mendoakanmu. . …tentu mereka

menjadi sholehah utama karena-Ku, karena aturan yang mereka ikuti haruslah

aturan-Ku.”

“Engkau ingin menyekolahkan anakmu di sekolah Islam, karena apa?……

prestige? …….. atau….mode? …..atau engkau tidak mau direpotkan

dengan mendidik Islam padanya? engkau juga harus belajar, engkau juga

harus bermoral Islami, engkau juga harus membaca Al Quran dan berusaha

mengkhatamkannya. “

“Bagaimana engkau dapat menahan anakmu tidak menebarkan pesonanya dengan

mengumbar aurat, kalau engkau sebagai ibunya jengah untuk menutup aurat?

Sementara engkau tahu Aku wajibkan itu untuk keselamatan dan kehormatan

umat-Ku.”

“Engkau bicara bibit, bebet, bobot untuk calon menantumu, seolah engkau

tidak percaya ayat 3 & 26 surat An Nuur dalam Al Quran-Ku. Percayalah

kalau anakmu adalah anak yang sholihah maka yang sepadanlah yang dia

akan dapatkan.”

“Engkau hanya mengandung, melahirkan dan menyusui anakmu.. Aku yang

memiliki dia saja, Aku bebaskan dia dengan kehendaknya. Aku tetap

mencintainya, meskipun dia berpaling dari-Ku, bahkan ketika dia

melupakan-Ku. Aku tetap mencintainya. .. “

“Anakmu adalah amanahmu, cucumu adalah amanah dari anakmu, berilah

kebebasan untuk melepaskan busur anak panahnya sendiri yang menjadi

amanahnya.”

Lantas…… aku malu…… dengan imajinasi do’a-ku sendiri….

Aku malu akan tuntutanku kepada-NYA…

Maafkan aku ya Allah…..

“its like open my memory boxes :|”

(via -hogwarts)

“I cant promise u a perfect relationship without arguments and differences. However I can promise you as long as you’re trying, I’m staying.”